Showing posts with label Kisah Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Kisah Hikmah. Show all posts

Sunday, 24 April 2016

Menangis Karena Shalat

Menangis Karena Shalat

Ada seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf. Isam memiliki akidah yang mantap. AKhlak karimah merupakan aksesorinya. Dalam kesehariannya, dia bersikap zuhud, wara', dan senantiasa berusaha untuk menunaikan shalat se khusu mungkin.

walaupun begitu, hati Isam tidak pernah terlepas dari perasaan khawatir. Dia khawatir akhlak dan ibadahnya itu tidak bernilai apa-apa di hadapan Allah. Oleh karena itu, isam ingin mengetahui kekurangan yang ada pada dirinya. Tujuannya sudah tentu ingin memperbaiki kualitas akhlak dan ibadahnya. Untuk itu, isam selalu bertanya kepada orang yang dalam pandangannya lebih unggul, baik dalam hal akidah, akhlak, maupun ibadah.

Suatu hari, Isam menghadiri sebuah majelis taklim yang diisi oleh Hatim Al Asam. Kesempatan ini senantiasa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kali ini, isam bertanya tentang kekhusuan shalat. 

"Kalau boleh tahu, bagaimana Anda mendirikan shalat?"
"Ketika waktu shalat tiba, saya berwudhu, baik lahir maupin batin."
"Apa maksud Syeikh, berwudhu batin?"
"Berwudhu lahir itu sudah biasa. Setiap muslim tahu cara membasuh anggota badan saat wudhu. Wudhu batin artinya membasuh diri dengan tujuh perkara, yaitu bertobat, menyesali dosa, tidak tergila-gila dengan dunia, menepis keinginan untuk mendapatkan pujian manusia, menjauhi hidup bermegah-megahan, meninggalkan sifat khianat, dan menanggalkan sifat dengki."

"Setelah itu, apa yang syaikh lakukan?"
"Saya berangkat ke Masjid, kemudian menghadap kiblat. Saya berdiri dengan penuh kewaspadaan. Saya membayangkan Allah ada dihadapan saya, surga disebelah kanan, neraka di sebelah kiri, dan malaikat maut di belakang. Saya juga membayangkan seolah-olah berdiri di atas Shirat. Hal yang penting, sya selalu menganggap setiap kali shalat sebagai shalat terakhir. Kemudian, sya membaca takbiratul ihram dengan sebaik-baiknya. Setiap bacaan shalat, saya pahami dengan baik. Saat ruku dan sujud, saya bersikap tawadhu. Memasuki tasyahud, hati saya penuh dengan pengharapan. Terakhir, saya mengucapkan salam dengan tulus. Selama 30 tahun, saya mendirikan shalat seperti itu."

Setelah mendengar pemaparan tersebut, Isam menangis sejadi-jadinya . Ternyata, shalat yang dilakukan selama ini belum ada apa-apanya dibandingkan shalat Syaikh Hatim. Besok dan seterusnya, saya harus shalat lebih baik lagi gumamnya dalam hati. 

Sumber : Buku "Like Father Like Son" Penulis Mohamad Zaka Al-Farisi

Saturday, 23 April 2016

Saat Iblis Merasakan Ketakutan Hebat

Saat Iblis Merasa Ketakutan Hebat

Sebagaimana diketahui, iblis pernah meminta penangguhan ajal sampai hari kiamat. Allah mengabulkan permintaan ini. Oleh karena itu, usia iblis sangat panjang. Entah sudah berapa ribu tahun usia iblis sampai sekarang. Sekian lama iblis malang melintang di dunia untuk menyesatkan umat manusia, sudah pasti pengalamannya segudang. Padahal, usia rata-rata manusia hanya 75 tahun. Pengalaman manusia kalah jauh dibandingkan iblis.

Namun, pada saatnya kelak, iblis akan merasakan sakaratul maut yang maha dahsyat. Iblis akan mengalami kematian paling pedih dan mengenaskan. Saat ajal iblis tiba, malaikat maut akan membentaknya keras.
"Berhentilah kamu iblis! Ajalmu sudah tiba! Kini, saatnya kamu merasakan kepedihan sakaratul maut. Sudah saatnya kamu mengalami kesakitan tiada terkira."
Mendengar hardikan malaikat maut, spontan iblis lari pontang panting tanpa melihat kiri dan kanan. Perasaan takut begitu menghantuinya, terbayang bagaimana sakitnya sakaratul maut. Belum lagi nanti harus menghadapi azab abadi di neraka.

"Kamu tidak bisa lari, ls'natullah!" bentak malaikat maut dengan suara menggelegar.

Dengan mudah, malaikat maut dapat menghadang iblis. Setiap kali iblis mencoba kabur, malaikat maut selalu saja sudah ada dihadapannya. Hal ini membuat ketakutan iblis semakin menjadi-jadi.

Meskipun demikian, iblis terus saja mencoba kabur, yang ada di kepalanya hanya lari sejauh mungkin. Namun, malang tak dapat ditentang, tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.

Merasa kesal dengan keadaan tersebut, iblis berlari sekuat tenaga menuju kuburan musuh bebuyutannya, yaitu Nabi Adam as.

"Hai Adam! Gara-gara kamu, aku mendapat laknat ALlah."

"Tak ada gunanya menyalahkan masa lalu!" hardik malaikat maut yang terlihat semakin garang.
Kemudian, iblis berbalik menghada[ malaikat maut. "Siksa apa yang akan aku rasakan?"

"Kamu akan merasakan azab yang kepedihannya tak terperikan. Tidak hanya berlipat ganda, tetapi juga kekal."

Tidak ada harapan, iblis semakin ketakutan. Saking takutnya, iblis berguling-guling di atas tanah. Mulutnya terus saja menjerit-jerit keras. Kemudian, iblis berlari kencang dari barat ke timur. Akhirnya, iblis sampai di tempat ketika dia diturunkan ke bumi untuk kali pertama. Namun, disana Malaikat Zabaniah sudah menghadang dengan rantai di tangan. Sia-sia semua usaha iblis.

Sumber : Buku "Like Father Like Som" Penulis Mohamad Zaka Al-Farisi

Thursday, 21 April 2016

Pesona Uang

Pesona Uang

Dalam suatu kesempatan, iblis pernah mendatangi Nabi Isa as. Waktu itu, beliau sedang berada di dekat pintu Baitul Maqdis.

"Hai la'natullah, aku ingin menanyakan beberapa hal kepada mu!" kata Nabi Isa as ketika melihat iblis datang menghampiri.

"Silahkan Engkau kemukakan."
"Muslihat apa yang telah kamu lakukan terhadap umat Nabi Musa?"

"Aku membisiki mereka supaya tertarik untuk memeluk agama Yahudi."

"Lalu, jerat apa yang akan kamu pasang untuk menyesatkan umatku?"

"Aku membujuk mereka supaya mau menjadikan engkau sebagi tuhan."

"Strategi apa yang akan kamu terapkan untuk memerdaya umat Nabi Muhammad SAW?"

"Yang terakhir ini cukup sulit, aku sudah kehabisan cara. Semua hal pernah aku coba, tetapi hasilnya selalu saja kurang memuaskan. Sampai akhirnya kutemukan cara baru, yaitu menebar pesona uang. Cara ini ampuh untuk menjerat umat Muhammad. Mereka gampang tergoda dengan uang. Kubuat mereka tergila-gila pada uang. Dengan begitu, mereka lupa akan kalimah, La ilaha illallah."

Sumber : Buku "Like Father Like Son" Penulis Mohamd Zala Al-Farisi

Agar Iblis Menderita

Agar Iblis Menderita

Demi Dzat yang telah melaknatmu! Aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan,"Kata Nabi Isa dengan suara lantang ketika iblis datang dengan maksud menggoda beliau.

Mendengar pertanyaan itu, iblis menjerembapkan diri ke dalam tanah. kemudian, tubuhnya berguling-guling.
"Seandainya Tuan tidak memintaku dengan nama Dzat yang telah melaknatku, aku tidak sudi menjawab pertanyaan Tuan."
"Pertama, apa yang dapat menyeret tubuhmu? Kedua, apa yang dapat mematahkan punggungmu?

"Tubuhku dapat terseret-seret ketika mendengar suara ringkikan kuda. Bukan sembarang kuda, tetapi kuda yang ditunggangi untuk berjihad fi sabilillah. Adapun yang dapat mematahkan punggungku adalah shalat sunat di rumah dan shalat berjamaah di masjid."

Sumber : Buku "Like Father Like Son" Penulis Mohamad Zaka Al-Farisi

Sunday, 17 April 2016

Taubat Sang Pencuri Kain Kafan

Taubat Sang Pencuri Kain Kafan

Baghdad adalah kota yang terkenal dengan sebutan neeri seribu satu malam dsan menyimpan banyak hal, termasuk kisah yang satu ini, menceritakan seseorang yang suka mencuri kain kafan.

Setiap hari, orang ini mencari-cari informasi tentang orang-orang yang meninggal dunia pada hari itu. Dia akan melonjak gembira ketika mendapat kabar tentang orang yang mati. Hal itu mengintai atau ikut bergabung  bersama orang-orang yang mengantar jenazah. Setelah hal letak kuburan si jenazah, barulah dia pulang dengan tenang dan tak ada seseorang pun yang merasa curiga. Dia begiru rapi menyimpan pekerjaan busuk yang selama ini digelutinya.

Malam harinya, barulah dia beraksi dengan menenteng sebuah sekop kecil. Langkahnya begitu berhati-hati dan sikapnya selalu waspada supaya tak ada seorangpun yang memergoki kepergiannya.

Sesampainya dilokasi, dia langsung menuju kuburan yang tanahnya masih merah. Lalu, sekopnya mulai bergerak menggali kuburan. Ketika melihat kain kafan yang membungkus penghuni kubur, dia merasa senang. kain kafan itu dengan cepat diambilnya.

Namun, malam itu bukan malam keberuntunannya. Ketika hendak mengambil kain kafan, si pencuri sangat terkejut karena saat itu dia melihat api berkobar-kobar keluar dari lubangkubur. Nyaris saja tubuhnya terbakar bila tidak cepat-cepat melompat keluar. Semakin lama api itu semakin besar, bahkan sampai keluar kuburan.

Walaupun selamat, tubuh si pencuri menggigil hebat. Tak lama kemudian dia pun pingsan. Begitu terbangun, dia langsung berbalik dan lari tunggan langgang. Sepanjang perjalanan, dia terus menangis.

Belum sampai ke rumah, si pencuri berpapasan dengan seorang wali bernama syeikh Junaid. Si pencuri pun menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya. Di AKhir penuturannya, dia mengemukakan keinginannya untuk bertobat.

Dijelaskan pula, dia telah menggali kuburan tidak kurang dari sembilan puluh sembilan. Dia sangat heran karena hanya dua kuburan yang mayatnyamasih menghadap ke arah kiblat, sedangkan para penghuni kubur yang lainnya sudah berubah posisi, rata-rata membelakangi arah kiblat.

Syeikh Junaid mengungkapkan bahwa mayat mayat yang berubah posisi itu semasa hidupnya selalu ragu akan jaminan rezeki dari Allah.

Sumber : Buku "Like Father Like Som" Penulis Mohammad Zaka Al-Farisi