Showing posts with label Ilmu Agama. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Agama. Show all posts

Saturday, 23 April 2016

Jihad Dalam Mencari Nafkah

Jihad Dalam Mencari Nafkah


Jihad dalam mencari nafkah, Jihad mencari ilmu, Jihad melawan hawa nafsu dan masih banyak lagi jihad-jihad yang setiap hari bisa kita lakukan.

Adapun Kunci-kunci kemenangan dalam jihad Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah menjelaskan butuh lima syarat mencapai kemenangan:
Pertama: ISTIQAMAH: Kuntinue, rutin dalam beramal.
Kedua: Banyak berdzikir (mengingat) menyebut nama Allah Subhaanahu Wa Ta’ala
Ketiga: Mentaati Allah dan mentaati Rasul-Nya
Keempat: Persatuan kalimat dan tidak saling berbantah bantahan, karena itu akan menghantarkan kepada kegentaran dan kelemahan. Berbantah-bantahan ini adalah tentara yang bisa menguatkan musuh dari orang yang saling berbantah-bantahan untuk mengalahkan mereka. Karena dengan bersatu, suatu pasukan seperti seikat anak panah yang tidak seorang pun mampu mematahkannya. Jika anak panah itu dipisah-pisah, musuh akan bisa mematahkannya.
Kelima: Yang merupakan kunci, pilar dan penopang keempat hal di atas, yaitu : Sabar.
Inilah lima hal yang menjadi dasar terbangunnya kemenangan.
Inilah lima hal yang menjadi dasar terbangunnya kemenangan. Ketika kelima hal ini atau sebagiannya hilang, kemenangan pun akan hilang sebanding dengan berkurangnya sebagian darinya. Jika semuanya terkumpul, satu sama lain akan saling menguatkan.
Mudah-mudahan Allah Ta'ala selalu memberikan kepada kita keberkahan umur hingga setiap hari kita bisa bermuhasabah untuk menjadikan hari ini lebih baik dari hari-hari kemarin.

Tuesday, 19 April 2016

Nabi Juga Pakai Kemenyan

Nabi Juga Pakai Kemenyan, Siapa Bilang Bid'ah?

Sejak zaman Nabi dan Salafush Shaleh kemenyan sudah jadi bagian dari beberapa ritual umat Islam. Rasulullah SAW dan para Sahabat sendiri sangat menyukai wangi-wangian, baik yang berasal dari minyak wangi hingga kemenyan.

Semua rekam jejak dan bukti-bukti itu bisa kita jumpai dalam sejumlah hadis berikut:

عَنْ نَافِعٍ، قَالَ: كَانَ ابْنُ عُمَرَ «إِذَا اسْتَجْمَرَ اسْتَجْمَرَ بِالْأَلُوَّةِ، غَيْرَ مُطَرَّاةٍ وَبِكَافُورٍ، يَطْرَحُهُ مَعَ الْأَلُوَّةِ» ثُمَّ قَالَ: «هَكَذَا كَانَ يَسْتَجْمِرُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

"Dari Nafi’, ia berkata, "Apabila Ibnu Umar mengukup mayat (membakar kemenyan), maka beliau mengukupnya dengan kayu gaharu yang tidak dihaluskan, dan dengan kapur barus yang dicampurkan dengan kapur barus. Kemudian beliau berkata, “Beginilah cara Rasulullah SAW ketika mengukup jenazah (membakar kemenyan untuk mayat)”. (HR. Muslim)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ، ... الى قوله ... وَوَقُودُ مَجَامِرِهِمْ لأَلُوَّةُ - قَالَ أَبُو اليَمَانِ: يَعْنِي العُودَ -، وَرَشْحُهُمُ المِسْكُ
"Dari Abi Hurairah radliyalahu 'anh, bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama, … (sampai ucapan beliau) …, nyala perdupaan mereka adalah gaharu, Imam Abul Yaman berkata, maksudnya adalah kayu gaharu” (HR. Imam Bukhari)

Demikian juga hadits shahih riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya,
عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا أَجْمَرْتُمُ الْمَيِّتَ، فَأَجْمِرُوهُ ثَلَاثًا “
Dari Abu Sufyan, dari Jabir, ia berkata,
Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Apabila kalian mengukup mayit di antara kalian, maka lakukanlah sebanyak 3 kali” (HR. Ahmad)

Shahih Ibnu Hibban juga meriwayatkan sebuah shahih (atas syarat Imam Muslim):
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا جَمَّرْتُمُ الْمَيِّتَ فأوتروا
“Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : “Apabila kalian mengukup mayyit, maka ukuplah dengan bilangan ganti (ganjilkanlah)” (HR. Ibnu Hibban, diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi Syaibah)
Diriwayatkan juga bahwa sahabat Nabi SAW berwasiat jika beliau telah meninggalkan dunia, supaya kain kafannya di ukup.
عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّهَا قَالَتْ لِأَهْلِهَا: «أَجْمِرُوا ثِيَابِي إِذَا مِتُّ، ثُمَّ حَنِّطُونِي، وَلَا تَذُرُّوا عَلَى كَفَنِي حِنَاطًا وَلَا تَتْبَعُونِي بِنَارٍ
“Dari Asma` binti Abu Bakar bahwa dia berkata kepada keluarganya; "Berilah uap kayu gaharu (ukuplah) pakaianku jika aku meninggal. Taburkanlah hanuth (pewangi mayat) pada tubuhku. Janganlah kalian tebarkan hanuth pada kafanku, dan janganlah mengiringiku dengan membawa api."

Riwayat shahih ini terdapat dalam Al-Muwaththa’ Imam Malik, As-Sunan Al-Kubra Imam Al-Baihaqi. Bahkan, ada juga riwayat tentang meng-ukup masjid:
جَنِّبُوا مَسَاجِدَكُمْ صِبْيَانَكُمْ، وَخُصُومَاتِكُمْ وَحُدُودَكُمْ وَشِرَاءَكُمْ وَبَيْعَكُمْ وَجَمِّرُوهَا يَوْمَ جَمْعِكُمْ، وَاجْعَلُوا عَلَى أَبْوَابِهَا مَطَاهِرَكُمْ
“Jauhkanlah masjid-masjid kalian dari anak-anak kecil kalian, dari pertikaian di antara kalian, pendarahan kalian dan jual beli kalian. Ukuplah masjid-masjid itu pada hari perhimpunan kamu dan jadikanlah pada pintu-pintunya itu alat-alat bersuci kalian. (HR. Imam Al-Thabrani, Ibnu Majah, Abdurrazaq dan Al-Baihaqi)
Imam Adz-Dzahabi rahimahullah pernah menyebutkan dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’ (5 /22 ) tentang biografi Nu’aim Bin Abdillah Al-Mujammar, sebagai berikut :
نعيم بن عبد الله المجمر المدني الفقيه ، مولى آل عمر بن الخطاب ، كان يبخر مسجد النبي صلى الله عليه وسلم
.
“Nu’aim Bin Abdillah Al-Mujammar, ahli Madinah, seorang faqih, Maula (bekas budak) keluarga Umar Bin Khattab. Ia membakar kemenyan untuk membuat harum Masjid Nabi SAW.

Monday, 18 April 2016

Mengobati Pemyakit Lupa

Mengobati Penyakit Lupa

جاء أحد إلى رجل الصالح, وقال هل للنسيان من علاج أو دواء ؟

قال: نعم له دواء بفضل الله , وهي; الإستغفار،والصلاة على النبي,و الكتابة ولهذا امتن الله عز وجل على عباده بها فقال : ( اقرأ باسم ربك الذي خلق * خلق الإنسان من علق * اقرأ وربك الأكرم * الذي علم بالقلم )
فقال ” اقرأ ” ثم قال : ” الذي علم بالقلم ” يعني اقرأ من حفظك،فإن لم يكن فمن قلمك فالله تبارك وتعالى بين لنا كيف نداوي هذه العلة،وهي علة النسيان وذلك بأن نداويها بالكتابة
Seseorang datang kepada orang sholeh dan bertanya:
Apakah sifat lupa itu bisa disembuhkan atau ada obatnya?
orang sholeh itu pun menjawab:
Ya, ada obatnya dengan keutamaan Allah, yaitu dengan cara:
1. Istighfar
2. Membaca Shalawat Nabi
3. dan menulisnya. Karenanya Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kemampuan menulis ini kepada para hambaNya. Allah berfirman:
اقرأ باسم ربك الذي خلق * خلق الإنسان من علق * اقرأ وربك الأكرم * الذي علم بالقلم
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal daging. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan pena.”
Allah berfirman, “Bacalah,” kemudian berfirman, “Yang mengajarkan dengan pena.” Maksudnya: Bacalah dari hafalanmu, dan jika tidak (mampu) maka dari tulisanmu. Allah Tabaraka wa Ta’ala menjelaskan kepada kita bagaimana cara mengobati penyakit ini, yakni penyakit lupa, yaitu kita mengobatinya dengan menulisnya.”
والله أعلمُ بالصواب
نفعنا الله وإياكم...
"Semoga bermanfaat untuk kita semua..."

Indahnya Wajah Ulama

Indahnya Wajah Ulama


Oleh: Husein Ali Assegaf

Wajah yang memancarkan ilmu cahaya nabi Muhammad saw, wajah yang dipenuhi tawadhu' dan takut kepada Allah, wajah yang dipenuhi rahmat kepada seluruh ummat..
Itulah indahnya wajah ulama', sungguh membuat hati siapapun yang melihat menjadi tenang dan damai..
Dengan memandang wajah mereka langsung mengingatkan kita kepada Allah swt..
Sebagaimana sudah di sampaikan oleh Rasulullah saw, dalam hadits yang Diriwayatkan oleh Abdullah bin mas'ud R.A, Rasulullah saw bersabda :
عن عبد الله بن مسعود قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
"إن من الناس مفاتيح لذكر الله إذا رؤوا ذكر الله"
" Sesungguhnya ada daripada golongan manusia yang dijadikan oleh Allah swt sebagai kunci (pembuka) untuk berdzikir kepada Allah swt (dengan dzikir yang penuh khusyu' dan rasa takut pada Allah swt), jika wajah mereka di pandang maka akan mengingatkan kepada Allah swt "
disebutkan Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh ibn 'abbas, bahwasanya seseorang telah bertanya kepada Rasulullah saw
يا رسول الله من أولياء الله؟ قال: " الذين إذا رؤوا ذكر الله "
Wahai Rasulullah saw, siapakah mereka para wali Allah?
Maka beliau saw bersabda: mereka adalah kaum yang ketika dipandang wajah mereka, maka akan langsung mengingatkan kepada Allah swt (dengan pandangan tersebut)
Memandang orang shalih, bisa membangkitkan semangat, untuk meningkatkan amalan kebaikan tatkala keimanan seseorang sedang turun. Sebagaimana dilakukan oleh Abu Ja’far bin Sulaiman, salah satu murid Hasan Al Bashri Beliau pernah mengatakan "Jika aku merasakan hatiku sedang dalam keadaan qaswah (keras), maka aku segera pergi untuk memandang wajah Muhammad bin Wasi’ Al Bishri. Maka hal itu mengingatkanku kepada kematian "
Al Imam Al Hasan Al Bashri sendiri dikenal sebagai ulama yang dengan memandangnya akan membuat seorang yang melihatnya ingat kepada Allah, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Sirin dan Ats’ats bin Abdullah "Jika kami bergabung dengan majelis Al Hasan, maka setelah keluar, kami tidak ingat lagi terhadap dunia "
Semoga kita mendapatkan manfaat dari mereka demi keberkahan mereka, mendapatkan hidayah demi kemuliaan mereka dan ketika wafat, dalam keadaan berpegang teguh terhadap jalan mereka sehingga kelak di kumpulan bersama mereka

Sunday, 17 April 2016

Penyebab Rizki Terhambat

Penyebab Rizki Terhambat


جاء رجل إلى أمير المؤمنين علي عليه السلام يشكو له الفقر وقلة الرزق ..
Datang seseorang kepada Imam Ali mengeluhkan kemiskinan dan kekurangan rezeki;

فقال له :لعلك تتكلم على الخلاء؟ قال الرجل : لايكون ذلك يا أمير المؤمنين ..
Maka beliau tanyakan;
Apakah kamu suka berbicara saat di kamar mandi ?
“Tidak.” katanya.
قال :لعلك تقلم اظفارك باسنانك؟ قال الرجل : لايكون ذلك ..
Apakah kamu suka menggigit kukumu ?
“Tidak.”
قال : لعلك تسمي أبويك باسميهما ؟ قال الرجل : لا يكون ذلك ..
Apakah kamu memanggil kedua orang-tuamu dengan nama mereka ?
“Tidak.”
قال : لعلك تترك القمامة ليلا فى دارك ؟ قال الرجل : لايكون ذلك ..
Apakah kamu membiarkan sampah bermalam dalam rumah ?
“Tidak.”
قال : لعلك تنام من غير وضوء ؟ قال الرجل : لايكون ذلك ..
Apakah kamu sering tidur tanpa wudhu ?
“Tidak.”
قال : لعلك تتقدم ابويك فى المشي ؟ قال الرجل : لايكون ذلك ..
Apakah kamu suka berjalan mendahulukan jalannya orang-tuamu ke depan ?
“Tidak.”
قال : لعلك تكنس دارك ليلا ؟ قال الرجل : لايكون ذلك ..
Apakah kamu sering menyapu rumah di malam hari?
“Tidak.”
قال : لعلك تقلم اظفارك يوم الاحد؟ قال الرجل : لايكون ذلك ..
Apakah kamu memotong kuku di hari minggu?
“Tidak”
قال : لعلك تديم اللعن على ابنائك؟ قال الرجل : لايكون ذلك يا أمير المؤمنين ..
Apakah kamu sering mengutuk anak-anakmu?
“Tidak.”
قال : لعلك تلقي بالبصاق فى بيت الخلاء ؟ قال الرجل : لايكون ذلك ..
Apakah kamu terus membuang ludah ke kamar mandi?
“Tidak”
قال : لعلك تترك اسم الله على الطعام؟ والحمد فى آخره ؟ قال الرجل : لايكون ذلك ..
Apakah kamu tidak ucap Bismillah sebelum makan ataupun Alhamdulillah setelahnya?
“Tidak.”
فقال : لعلك لاتدعو لابويك فى الصلاة ؟ قال: الرجل نعم يا أمير المؤمنين هو ذلك .
Mungkin kamu tidak mendoakan kedua orang-tuamu saat shalat ?
“Iya benar wahai Amirul Mu’miniin..itulah kekurangan saya.”
رب اغفر لي ولوالدي وللمؤمنين يوم يقوم الحساب ….

Menghormati Guru

Menghormati Guru [Tunduk dan Cium Tangan Guru]

Dahulu ada seorang lelaki yang sedang berjalan tiba-tiba terjumpa dengan Guru Mulia Al Musnid Al Arif Billa Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Bin Syech Abu bakar bin Salim.
Dia bertanya kepada Habib Umar bin Hafidz : 

"Mengapa kamu membenarkan anak muridmu menundukkan badan lalu mencium tangan mu,kamu tidak sedar telah melakukan perbuatan syirik kepada Allah dan sepatutnya yang kita sembah hanya Allah SWT bukan mahkluk, kamu ini mengajarkan anak muridmu perbuatan yang syirik",
Dengar pertanyaan seperti ituh Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz hanya membalas dengan senyuman kepada lelaki itu,selepas itu habib Umar mengambil pen yang berada di kantung baju lelaki tersebut lalu menjatuhkan nya ke lantai.
Lalu orang itu pun menunduk ingin mengambil pen nya namun Habib Umar menahann nya lalu Habib Umar pun berkata, "Apa yang akan engkau lakukan jangan menunduk kebawah". Kemudian orang tersebut berkata, "Tidak,aku hanya ingin mengambil pulpen ku saja"
Lalu Habib Umar kembali berkata, "Engkau tidak boleh menunduk ke bawah menyembah pen, yang kita sembah hanyalah Allah SWT."
Orang itu berkata kembali, "Tidak,aku bukan menyembah pen aku hanya berniat mengambil pen aku sahaja bukan untuk menyembah".
Lalu Habib Umar tersenyum dan berkata kembali, "Begitu pula anak-anak muridku. Mereka hanya bersalaman dengan menundukkan badan bukan karena ingin menyembahku namun mereka cuma ingin menghormatiku sebagai Guru mereka meskipun aku tidak menginginkan / meminta mereka seperti itu".
Dengan jawaban yang singkat itu dia pun puas dan mengerti makna yang sebenarnya. Sungguh indah jawapan untuk seseorang yang agak kurang mengerti makna menghormati.
Shallu 'alan nabiy!
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺍﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ

Jawaban Mengapa Wanita Muslimah tidak Boleh Menikah dengan Laki-Laki Non-Muslim

Mengapa Wanita Muslimah Tidak Boleh Menikahi Laki-Laki Non-Muslim


Imam Besar Dr. Ahmad Thayyib Syeikh Al-Azhar menjawab beberapa pertanyaan dari anggora parlemen Jerman setelah memberikan pidato yang ditujukan kepada masyarakat internasional pada hari selasa (15/3/2016) waktu Jerman di kantor parlemen. Wakil Al-Azhar di bidang kesejarahan Dr. Abbas Sauman sempat melontarkan pujian atas jawaban Grand Syeikh Al-Azhar itu yang sanggup membuat semua orang di gedung parlemen itu terdiam.
Salah seorang anggota parlemen Jerman bertanya: "Tadi Syeikh Al-Azhar berbicara tentang seorang muslim laki-laki yang boleh menikahi wanita non-muslim, itu adalah hal yang bagus. Akan tetapi mengapa agama kalian (Islam) melarang seorang wanita muslimah menikah dengan laki-laki non-muslim?
Syeikh Al-Azhar menjawab: "Pernikahan di dalam Islam bukan sekedar ikatan sipil/perdata saja sebagaimana yang terjadi di negara anda. Akan tetapi pernikahan adalah ikatan keagamaan yang berdiri di atas rasa cinta dan kasih sayang dari dua pihak. Dan seorang muslim boleh menikahi wanita non-muslimah, dari agama nasrani/kristen misalnya, karena dia (laki-laki muslim) beriman kepada Nabi Isa As. sebagai syarat sempurna keimanannya. Selain itu juga agama kami memerintahkan seorang lelaki muslim untuk membolehkan wanita non-muslimah (isterinya) untuk menunaikan syariat agamanya, dan dia tidak boleh melarang isterinya untuk pergi beribadah ke gereja. Dan melarang suami yang muslim menghina simbol-simbol suci dari agama isterinya (seperti para Nabi-Nabi dan orang-orang Shaleh Yahudi: red), karena dia juga beriman kepada mereka. Dan karena ini lah rasa cinta dan kasih sayang tidak hilang dari seorang lelaki muslim kepada wanita non-muslimah. Sebaliknya jika seorang wanita muslimah menikah dengan lelaki non-muslim, sedang dia (suaminya) tidak beriman kepada Rasul kami Muhammad, dan agamanya si suami tidak memerintahkan untuk mengizinkan isterinya yang muslimah itu-jika dia menikahinya-untuk menunaikan syariat Islam (berjilbab, mendidik anak ala Islam, shalat, haji, dan lain-lain: red), atau memuliakan simbol-simbol suci Islam. Juga karena Islam adalah bentuk penyempurnaan dari Nasrani/Kristen maka dia (si suami) akan menghinanya dengan tidak menghormati simbol-simbol suci agama isterinya dan menentang Rasul yang disucikan isterinya. Maka dari itu hilang lah rasa cinta dan kasih-sayang di dalam jiwa isteri muslimah kepada suaminya yang non-muslim. Maka dari itu Islam melarang wanita muslimah menikah dengan laki-laki non-muslim."
Kemudian di akhir jawabannya syeikh Al-Azhar menantang hadirin dengan halus dan sopan, "Apabila ada di sana yang tidak setuju dengan pendapat saya maka saya akan sangat senang untuk mendengarnya." Dan tidak ada satu pun yang hadir di situ menentang pendapat Syeikh Al-Azhar.

Saturday, 16 April 2016

Keistimewaan Membaca Al-Qur'an

Keistimewaan Membaca Al-Qur'an


Ada seorang yang membaca Al-Qur'an...
Tetapi dia tidak dapat menghafalnya walaupun sedikit.
Maka, anaknya yang kecil bertanya: "Apa faedah baca Al-Qur'an tanpa menghafalnya sedikitpun?!"
Jawab ayah: "Aku akan beritahu kepadamu sebentar lagi apabila kau penuhkan bakul jerami ini dengan air laut bawa kepadaku."
Kata anak: "Mustahil ia penuh."
Jawab ayah: "Cobalah dulu."
Bakul jerami itu digunakan untuk memindahkan arang. Maka anak itu mengambilnya dan menuju ke laut, lalu coba memenuhkannya dan terus pergi kepada ayahnya dengan cepat.
Tetapi, airnya telah kering lalu ia berkata kepada ayahnya: "Tidak ada faedah saya mengisinya."
Ayahnya menjawab: "Coba lagi yang kedua!"
Maka anak itu melakukannya, tetapi masih tidak bisa untuk membawa air kepada ayahnya. Dia mencoba lagi untuk ketiga kalinya, keempat dan kelima tetapi tiada faedah kerana air tidak dapat dipenuhkan.
Anak itu merasa sangat letih dan berkata kepada ayahnya: "Tidak mungkin saya dapat memenuhkan bakul jerami ini dengan air."
Kata ayah kepada anaknya: "Adakah engkau lihat sesuatu yang berlaku kepada bakul jerami?"
Budak itu terkejut dan menjawab: "Ya ayah. Asalnya bakul jerami itu kotor dengan bekas-bekas arang, sekarang telah bersih sepenuhnya."
Maka, berkata sang ayah kepada anaknya: "Ini adalah seumpama apa yang dilakukan Al-Qur'an kepadamu. Dunia dan segala perbuatan telah memenuhi hatimu dengan segala kekotorannya, dan Al-Qur'an seperti air laut yang membersihkan hatimu walaupun engkau tidak menghafal sedikitpun ayatnya..."
Sucikan hatimu, dengan berzikir dan mengingat Allah

Faedah-Faedah Yang Bermanfaat

Faedah-Faedah Yang Bermanfaat

1. Di riwayatkan ada seorang mendatangi baginda Nabi Shallallahualaihi Wa salam, dia berkata : " Wahai Rasulullah sesungguhnya Aku adalah seorang yang pelupa, oleh itu ajarkan kepada ku doa. Baginda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab " bacalah doa ini setiap Hari.
اللهم اجعل نفسي مطمئة تؤمن بلقائك وتقنع بعطائك وترضى بلقائك
Dibaca 3x.
2. Berkata Abu Turab an-nakhsyabi : Aku melihat Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam 1000x, dan setiap kali aku memintanya untuk mengajari ku doa yang dapat menyelamatkan ku, maka doanya tidak lebih dari doa sebagai berikut.
اللهم أحيني على اﻹسلام والسنة ، وتوفني على اﻹيمان والتوبة
[Di nukil dari kitab An-nujumuz-Zahirah, Karangan Al-allamah Al-habib zein bin Sumaith]

7 Golongan Yang Akan Mendapat Syafaat Allah

7 Golongan Yang Akan Mendapat Syafa'at Allah

Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.
Ini adalah amalan yang sangat berat dan tidak akan dirasakan kecuali oleh orang yang mempunyai kekuatan iman dan orang yang takut kepada Allah ketika dia sendiri maupun ketika dia bersama orang lain. Dan tangisan yang lahir dari kedua sifat ini merupakan tangisan karena takut kepada Allah Ta’ala.
Seperti sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَا
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya,salah satunya adalah:
Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.”
(HR. Al-Bukhari no. 620 dan Muslim no. 1712).